Langsung ke konten utama

Mentari Mulai Terbenam

Bintaro, 1 September 2018
Hari ini bertepatan dengan hari sabtu,sehari setelah menjalani pertempuran terakhir. Ya apalagi kalau bukan UAS. UAS semester 6, UAS terakhir sebagai penuup di bangku perkuliahan diploma tiga. Selanjutnya, bakal bertempur kembali dengan susanan berbeda,suasana yang lebih tegang, bertempur dengan SKD dan KTTA. Udah tahukan gimana KTTA itu ?

Seperti biasa, saat menuju medan pertempuran kami meneyempatkan foto bersama dengan pembimbing selama satu semester,sebagai kenangan bahwa beliau pernah berjasa menyampaikan ilmu yang bermanfaat tapi tahu sendirilah ya,gimana respon siswananya......
Semester 6 yak....
tidak terasa juga UAS berakhir berarti kelas juga berakhir,gak bakaln ketemu teman-teman lengkap dalam satu ruang lagi,,,kini apa yang dulu bayangkan telah terjadi, ya, kembali seperti dulu lagi. sepertinya saya itu baru kemarin bertemu  dengan kalian eh sekarang sudah pisah aja yak.....baru ngerasa 'Ini klop banget nih temen bento banget', eh udah nggak sekelas lagi..tapi ya nggak papa sih. Mau atau  tidak mau, cepat atau lambat perpisahan itu pasti terjadi. Memang benar kata pujangga, ''Yang aku benci bukanlah perpisahan,tapi sebuah pertemuan''. Ya gimana lagi ya emang begitu apa adanyakan......so selamat berjuang teman-teman , selamat berjuang di SKD.
6-03 D III Akuntansi - Akuntansi Pemerintah 3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan Pena

Seperti biasa siang itu aku menyusuri jalan Kalmong ( Kalimongso ) Bintaro dengan langkah gontai. Ku langkahkan kakiku menapaki gang-gang sempit yang berhias kamar-kamar indekos. Pemandangan yang tak asing bagiku setelah hampir dua setangah tahun lebih aku bergelut dengan panasnya tanah Bintaro. Foto : Tim Makrab 5B Siang itu seperti siang-siang pada umumnya panas....nmaun aku tetap berjalan menyusuri gang sempit Kalmong-datang ke kelas. Naas aku sudah terlambat hingga akhirnya kau mendapat kursi depan,depan dan teramat depan.  Rasa panas yang sudah aku tahan -tahan sedari tadi akhirnya terbayarkan dengan belaian lembut AC kelas "Ahhhhh......segarnya". Aku mulai membuka buku ,ku buka lembar-demi lembar namun kosong,kau tahu kenapa ? Karena aku membuka buku catatan,bukan buku pelajaran. Tak lama Sang Dosen datang, datang salam dan akhirnya duduk di singgasananya,murid-murid terdiam,hening. Hingga akhirnya sang Dosen mulai memanggil nama satu per satu. Tak ...

SEPTEMBER 2021

 Waktu berjalan begitu cepat hingga aku kadang jug abingung harus bersikap bagaimana. terlalu pelik masalah ini hingg aku kadang ingin sekali menyerah. Aku tahu sejati aku tidak menjadi seperti ini, aku tahu jika aku tidak berusaha maksimal aku juga akan gagal tapi bagaimanapun juga aku masih sama , masih malas untuk memulai. aneh ya ........... Aku menulis ini semata-mata hanya ingin mengungkapkan masalah dan melepas kebosanan saja... dahlah ,,,terima kasih.

Arti Sebuah Merantau

Merantau,bisa dibilang itu sebuah pilihan yang menyenangkan sekaligus membosankan. Menyenangkan karena kita bisa bertemu dengan orang-orang baru tapi juga membosankan ketika kita bertemu dengan orang yang mungkin nggak sesuai dengan yang kita inginkan. Tapi ya, itulah bumbu dari sebuah merantau. Meninggalkan kampung halaman yang mungkin pada awal kepergianmu bakalan ditangisin emak dan bapak, tapi setidaknya hal itu bisa membuat dirimu untuk lebih semangat di tempat perantauan. Toh besok juga balik lagi kan. Bagiku pribadi sih merantau bakal memendam rasa rindu keluarga di kampung,mau pulang belum ada waktu, terus bagaimana menghilangkan rasa rindu itu walau sejenak. Yah pokoknya gitu deh,bukan lebay lo ya tapi emang faktanya gitu. Dari merantau pula aku belajar bagaimana menghargai orang lain , bergaul dengan oarng lain dan bagaimana memecahkan masalah sendiri. Mungkin ada yang bilang kalau merantau itu waktu untuk foya-foya, sepertinya tidak, justru merantau adalah waktu y...