Langsung ke konten utama

Tahun Terakhir di Kampus

6-03 D III Akuntansi 2015
Tahun 2018 adalah tahun yang ditunggu olehku dan mungkin juga oleh teman-temanku seangkatan,angkatan 2015. Yup kami siswa diploma tiga akan menjalani tahun-tahun terakhir di kampus tercinta ini,kampus Ali Wardhana,PKN STAN.
Tahun yang paling ditunggu-tunggu, di tahun terakhir bukan berarti kami harus bersantai ria, tidak, kami masih memiliki tanggung jawab layaknya siswa pada umumnya. Kuliah,tugas,UTS,UAS,serta bakal menyusun KTTA (Karya Tulis Tugas Akhir) yang merupakan persyaratan untuk lulus dari program studi diploma tiga.

Menjalani tahun-tahun terakhir ini bisa dibilang penuh tantangan,jujur saja di tingkat tiga ini benar-benar merasakan sebuah kejenuhan akan rutinitas... apalagi semester enam yang mana pada semester sebelumnya masih ada 7-8 mata kuliah kini tinggal lima mata kuliah,dan kuliahnya juga kadang sehari,paling banak tiga hari,,so lebih banyak menghabiskan waktu di kosan,jenuh ? tentu.

Namun,bagaimanapun juga patut saya syukuri,perjuangan saya selama ini telah mengantarkan saya ke ujung cerita di kampus, tak lupa juga doa kedua orang tua yang turut menyertai setiap langkahku. Di tingkat tiga ini juga saya menemukan sekumpulan orang-orang yang memiliki karakteristik yang benar-benar unik,bisa dibilang ini adalah keluarga kecil saya di sini. Mereka benar-benar mampu membuat saya menikmati aktivitas di kampus dengan nuansa berbeda. Canda tawa yang muncul, kejahilan, serta ketidakjelasan tingkah laku mereka memberikan nuansa berbeda.
Betapa beruntungnya saya bisa bertemu kalian di saat-saat terakhir di sini. Banyak kesan-kesan yang tidak bisa saya ungkapkan satu per satu.....kalian sangat berharga. 
Dimanapun besok kalian berada,ingatlah bahwa kita pernah menjalani saat-saat terakhir dengan sebuah kekonyolan....


Big thanks to 6-03 D III Akuntansi 2015 : Achdha-Agung-Farhan-Zaina-Aulia-Aura-Bagas-Fifi-Chandra-Chus-Desita-Dkoko-Fiqih-Fitri-Gifari-Zakki-Raysmawan-Ida-Ihsan-Iyas-Indro-Jesty-JUNIOR-Kurnia-Angga-Meisy-Mira-Tyo cah Noob-Bombogie-Icad-Nanda-Toge-Ratna-Sabira-Suha-Sulton-Tetew

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan Pena

Seperti biasa siang itu aku menyusuri jalan Kalmong ( Kalimongso ) Bintaro dengan langkah gontai. Ku langkahkan kakiku menapaki gang-gang sempit yang berhias kamar-kamar indekos. Pemandangan yang tak asing bagiku setelah hampir dua setangah tahun lebih aku bergelut dengan panasnya tanah Bintaro. Foto : Tim Makrab 5B Siang itu seperti siang-siang pada umumnya panas....nmaun aku tetap berjalan menyusuri gang sempit Kalmong-datang ke kelas. Naas aku sudah terlambat hingga akhirnya kau mendapat kursi depan,depan dan teramat depan.  Rasa panas yang sudah aku tahan -tahan sedari tadi akhirnya terbayarkan dengan belaian lembut AC kelas "Ahhhhh......segarnya". Aku mulai membuka buku ,ku buka lembar-demi lembar namun kosong,kau tahu kenapa ? Karena aku membuka buku catatan,bukan buku pelajaran. Tak lama Sang Dosen datang, datang salam dan akhirnya duduk di singgasananya,murid-murid terdiam,hening. Hingga akhirnya sang Dosen mulai memanggil nama satu per satu. Tak ...

SEPTEMBER 2021

 Waktu berjalan begitu cepat hingga aku kadang jug abingung harus bersikap bagaimana. terlalu pelik masalah ini hingg aku kadang ingin sekali menyerah. Aku tahu sejati aku tidak menjadi seperti ini, aku tahu jika aku tidak berusaha maksimal aku juga akan gagal tapi bagaimanapun juga aku masih sama , masih malas untuk memulai. aneh ya ........... Aku menulis ini semata-mata hanya ingin mengungkapkan masalah dan melepas kebosanan saja... dahlah ,,,terima kasih.

Arti Sebuah Merantau

Merantau,bisa dibilang itu sebuah pilihan yang menyenangkan sekaligus membosankan. Menyenangkan karena kita bisa bertemu dengan orang-orang baru tapi juga membosankan ketika kita bertemu dengan orang yang mungkin nggak sesuai dengan yang kita inginkan. Tapi ya, itulah bumbu dari sebuah merantau. Meninggalkan kampung halaman yang mungkin pada awal kepergianmu bakalan ditangisin emak dan bapak, tapi setidaknya hal itu bisa membuat dirimu untuk lebih semangat di tempat perantauan. Toh besok juga balik lagi kan. Bagiku pribadi sih merantau bakal memendam rasa rindu keluarga di kampung,mau pulang belum ada waktu, terus bagaimana menghilangkan rasa rindu itu walau sejenak. Yah pokoknya gitu deh,bukan lebay lo ya tapi emang faktanya gitu. Dari merantau pula aku belajar bagaimana menghargai orang lain , bergaul dengan oarng lain dan bagaimana memecahkan masalah sendiri. Mungkin ada yang bilang kalau merantau itu waktu untuk foya-foya, sepertinya tidak, justru merantau adalah waktu y...