Langsung ke konten utama

Ajar Nulis

Fotonya aja nggak jelaskan
Kembali lagi ke dunia blogger,yang dulu pernah aku jalani walau nggak dapet uang justru ngabisin uang jajan nggenes  ey. Tapi ya seneng juga sih soalnya dengan main blog setidaknya aku bisa menuliskan apa yang pengen ku tulis. Dulu aku ngeblog biasanya ngikutin orang-orang yah misal buat tutorial,buat cara-cara apa gitu ,emang sih visitor-nya banyak tapi nggak sesuai apa yang aku pengenin jadinya bosen. Justru yang paling menyenangkan itu kalau kita bisa buat konten yang bener-bener kita kuasain, ya nggak gitu juga sih setidaknya kita pahamlah ya.

Aku mah sukanya nulis apa yang kau pengen jadi ya blog ini bakalan berisi uneg-uneg  aja sih, ngeblog ini juga nggak nyari visitor sebanyak-banyaknya tapi ya kek awal tadi,blog ini cuma buat pelampiasaan penyaluran nafsu nulis aja 😆😆😆😆

Kalau ditanya "Emang lu suka nulis apa",jawabnya ya yang pengen ku tulis saja sih. Nggak perlu yang muluk-muluk atau keren yang penting saya nulis gitu aja,perkara jelek nggak menarik itu mah bodo amat,wong saya nulis ini juga suka-suka aku ajakan yang penting nggak SARA aja,bisa ter"C-Y-D-U-C-K" nanti atuh. BTW ini ada yang baca nggak sih,alah bodo amat dah yang penting blog ini ada kontennya. 

Oh ya aku punya ide nih keknya bakalan aku gunain juga buat ngeshare permainan MOBA ku yang nuub 😆😆😆 biar kalian emosi....jail bat ini mah.

Udah deh gitu aja,mau ngomong apa lagi bingung akumya mah,,,besok deh kalau ada bahan aku tulis lagi,anggap aja ini angin mamiri (angin lalu sih )

Ok sekian matur suwun.

FYI foto di atas diambil di Lokasi Wisata Watu Tekek,Samigaluh,Kulon Progo,DIY (bagus buat kalian pecinta kesegaran alami)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan Pena

Seperti biasa siang itu aku menyusuri jalan Kalmong ( Kalimongso ) Bintaro dengan langkah gontai. Ku langkahkan kakiku menapaki gang-gang sempit yang berhias kamar-kamar indekos. Pemandangan yang tak asing bagiku setelah hampir dua setangah tahun lebih aku bergelut dengan panasnya tanah Bintaro. Foto : Tim Makrab 5B Siang itu seperti siang-siang pada umumnya panas....nmaun aku tetap berjalan menyusuri gang sempit Kalmong-datang ke kelas. Naas aku sudah terlambat hingga akhirnya kau mendapat kursi depan,depan dan teramat depan.  Rasa panas yang sudah aku tahan -tahan sedari tadi akhirnya terbayarkan dengan belaian lembut AC kelas "Ahhhhh......segarnya". Aku mulai membuka buku ,ku buka lembar-demi lembar namun kosong,kau tahu kenapa ? Karena aku membuka buku catatan,bukan buku pelajaran. Tak lama Sang Dosen datang, datang salam dan akhirnya duduk di singgasananya,murid-murid terdiam,hening. Hingga akhirnya sang Dosen mulai memanggil nama satu per satu. Tak ...

SEPTEMBER 2021

 Waktu berjalan begitu cepat hingga aku kadang jug abingung harus bersikap bagaimana. terlalu pelik masalah ini hingg aku kadang ingin sekali menyerah. Aku tahu sejati aku tidak menjadi seperti ini, aku tahu jika aku tidak berusaha maksimal aku juga akan gagal tapi bagaimanapun juga aku masih sama , masih malas untuk memulai. aneh ya ........... Aku menulis ini semata-mata hanya ingin mengungkapkan masalah dan melepas kebosanan saja... dahlah ,,,terima kasih.

Arti Sebuah Merantau

Merantau,bisa dibilang itu sebuah pilihan yang menyenangkan sekaligus membosankan. Menyenangkan karena kita bisa bertemu dengan orang-orang baru tapi juga membosankan ketika kita bertemu dengan orang yang mungkin nggak sesuai dengan yang kita inginkan. Tapi ya, itulah bumbu dari sebuah merantau. Meninggalkan kampung halaman yang mungkin pada awal kepergianmu bakalan ditangisin emak dan bapak, tapi setidaknya hal itu bisa membuat dirimu untuk lebih semangat di tempat perantauan. Toh besok juga balik lagi kan. Bagiku pribadi sih merantau bakal memendam rasa rindu keluarga di kampung,mau pulang belum ada waktu, terus bagaimana menghilangkan rasa rindu itu walau sejenak. Yah pokoknya gitu deh,bukan lebay lo ya tapi emang faktanya gitu. Dari merantau pula aku belajar bagaimana menghargai orang lain , bergaul dengan oarng lain dan bagaimana memecahkan masalah sendiri. Mungkin ada yang bilang kalau merantau itu waktu untuk foya-foya, sepertinya tidak, justru merantau adalah waktu y...